Mempertanyakan eksistensi Tuhan

17.10 Posted In Edit This 0 Comments »
 Ada pertanyaan anehh tapi perlu juga kita pikirkan.. "Apakah Tuhan itu benar-benar ada??" hmm.. gw baru ajah mampir dari blog salah satu artis indo.. dan dia menulis blog dengan kutipan dari kakanya.. isinya seperti ini :

my argument is something like this :
god either exists or he does not. if we believe in god and he exists, we will be rewarded with external bliss in heaven. and if we believe in god in he doesnt exists then at worst all we we have forgone is a few sinful pleasures.    
dan sebaliknya if we do not believe in god and he does not exist we may enjoy a few sinful pleasures, but we may face eternal damnation atau penyiksaan dia alam selanjutnya, 
dan bila kita tidak mempercayai tuhan dan pada akhirnya tuhan memang tidak ada, semua dosa yang kita lakukan tidak akan berpengaruh pada apapun
dari pernyataan yang penuh pertanyaan ini membuat gue berfikir, ” sebenernya tuhan itu ada apa engga sih ?” 
bermula dari kehidupan gua yang berbau islami dari kecil, sekolah di sekolah islam sampai lulus sma, melakukan rutinitas yang monoton,
pada suatu malam gua berfikir, kenapa gua harus percaya sama sesuatu yang abstark ! akhirnya gua berusaha cari tau soal ” eksistensi tuhan”
a friend of mine asked me this ” apakah tuhan menciptakan manusia, atau manusia yang menciptakan tuhan ?”
dan menurut gua ini adalah pertanyaan terbaik yang pernah ada !
setelah mempelajari lebih dalam soal keberadaan tuhan dan berdiskusi dengan orang yang gua pilih secara random untuk berbicara soal tuhan, gua mengambil satu kesimpulan yang mungkin sedikit kontrovesial
” saya tidak percaya dengan adanya tuhan “, kesimpulan gua ambil setelah 3 tahun gua berusaha mencari kebenaran !
dan agama ! menurut gua secara singkat, agama adalah undang- undang yang di buat pada masa lalu ! 
terkadang tuhan membuat kita tidak berfikir secara kritis, dan yang harus lo akuin, apakah lo yakin 100% akan adanya neraka dan surga ???
cerita tentang neraka dan surga hanyalah tradisi turun temurun yang sekarang akhirnya mendoktrin kita berfikir bahwa surga dan neraka really exists
I am an atheist, out and out. It took me a long time to say it. I’ve been an atheist for 3 years, but somehow I felt it was intellectually unrespectable to say that one is an atheist, because it assumed knowledge that one didn’t have. Somehow it was better to say one was a humanist or agnostic. I don’t have the evidence to prove that God doesn’t exist, but I so strongly suspect that he doesn’t that I don’t want to waste my time.
to be continued
keenanpearce



Lalu ada yang menjawab dengan kutipan seperti ini :

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan
menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantanG mahasiswamahasiswanya
dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.Seorang
mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan
segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah
kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa
menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah
sebuah mitos.Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,
“Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”"Tentu saja,” jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si
professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang
kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan
semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata
dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah
keadaan dimana tidak ada cahaya.
Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan
cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi
Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas
cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara
manusia. Perkara - perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti
dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan
Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih sayang
Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari
ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Menurut kamu???

cheers,
Hesty <3

0 comments:

Posting Komentar