Cinta bisa dijelaskan secara ilmiah menggunakan ilmu kimia

14.49 Posted In Edit This 2 Comments »
Hooaahh,, sekali lagi pengen update soal *Cinta*... uhuuyy !!!  



 

Masih bingung apaan sii Cinta itu?? Jadi,, cinta tuh bisa dijelaskan juga looooo dengan ilmu ilmiah...

"Perasaan cinta dan sayang antara dua orang berlainan jenis timbul karena adanya senyawa-senyawa kimia di dalam diri kedua orang tersebut. Salah satu senyawa kimia itu disebut senyawa feromon atau biasa juga disebut hormon pheromones.

semua pasti pernah dunkkk,, ngerasain jatuh cinta   xixixixi..
ada yang kalo ngeliat bayangan tuh orang ajahhh udah bikin jantung berdebar"... wakakaka... Jadi pengen ketawa guling guling kalo inget" ekspresi orang yg lagi fallin in luphh.. hhyuuu


"Kata feromon (pheromone) berasal dari bahasa Yunani yaitu phero yang artinya membawa dan mone yang berarti sensasi. Definisi dari senyawa feromon adalah suatu zat kimia yang berasal dari kelenjar endoktrin dan dimiliki oleh semua makhluk hidup untuk mengenali jenisnya, lawan jenisnya, individu lain di luar dirinya, dan kelompok lain. Zat ini sangat membantu di dalam proses reproduksi makhluk hidup.
Pada manusia, zat feromon ini dihasilkan oleh kelenjar endoktrin yang berada di ketiak, wajah, kulit dan kemaluan. Senyawa pheromon ini akan aktif ketika yang bersangkutan telah memasuki usia yang cukup (baligh). Zat feromon bersifat kasat mata atau tidak terlihat, tidak memiliki ukuran, tidak dapat dirasakan oleh panca indera manusia dan mudah menguap.
Zat feromon paling sering dikeluarkan oleh tubuh saat tubuh berkeringat dan juga dapat tertahan di dalam pakaian.
Banyak ahli mengatakan bahwa senyawa pheromon memiliki andil dalam menimbulkan rasa ketertarikan kepada lawan jenis. Rasa sayang, cinta, gairah seks, rindu di timbulkan oleh senyawa pheromon.


CARA KERJA PHEROMON

"Layaknya inisiator dalam reaksi kimia, pheromones dapat menimbulkan rasa tertarik kepada lawan jenis baik itu secara seksual ataupun tidak. Proses kerja feromon biasanya dimulai dari kontak mata, jika kontak mata terjadi maka senyawa feromon akan tercium oleh organ tubuh manusia yang sensisitif yaitu Vomerosonal Organ (VNO). VMO ini terdapat di dalam lubang hidung dan terhubung ke dalam otak melalui jaringan syaraf.
Setiap feromon berhembus dari tubuh maka feromom ini akan tercium oleh VNO dan akan diteruskan ke daerah hipotalamus yang juga mengatur emosi manusia. Dan setelah menerima ransangan, otak akan memberi respon balik dan akan mempengaruhi kondisi psikologis tubuh misalnya akan terjadi perubahan detak jantung, nafas yang menjadi tidak beraturan, suhu tubuh meningkat, keringat, dan lain-lain.


oooo0000oooo


Ohhh,, jadi begituu yahh.. menambah wawasan gw juga nii mudah"an yg baca juga   hohohoho^^,v


Cheers,


Hesty

2 comments:

Slurp mengatakan...

Kalo pake codingan bisa ga? :D

hEztyy,, mengatakan...

Next postingan gw akan buat, "arti cinta menurut ilmu teknologi informasi" okokok :P

Posting Komentar