Selamat Hari Sumpah Pemuda : 28 Oktober 2010

10.18 Posted In Edit This 2 Comments »


Hari ini tepat tanggal 28 Oktober 2010, kita merayakan hari Sumpah Pemuda. Ada baik nya kita ingat-ingat lagi sejarah sumpah pemuda tersebut. Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945. (Wikipedia)

Belajar dari Sejarah

Sebelumnya di tahun 1908, merupakan awal kebangkitan pemuda Indonesia untuk turut berjuang demi bangsa dan negaranya dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang kemudian diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Organisasi tersebut menjadi wadah perjuangan pemuda-pemuda Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Dua puluh tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928, dibacakan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II yang merupakan bukti komitmen para pemuda Indonesia yang mengakui bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia dan  menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

Tua Vs Muda

Dari sejarah peristiwa Rengasdengklok di tahun 1945, kita banyak belajar. Golongan tua seakan-akan menunggu kemerdekaan itu, melalui PPKI yang merupakan bentukan Jepang. Sedangkan golongan muda mendesak agar segera memproklamirkan kemerdekaan itu, dan kemerdekaan itu adalah perjuangan kita bersama bukan pemberian Jepang.

Alon-alon asal kelakon itulah kiranya sosok golongan tua saat itu, mencari aman dan menunggu waktu yang tepat, dan golongan muda memiliki sifat untuk meraih secepatnya apa yang diinginkan. Biarpun begitu keduanya memiliki kekurangan dan kebaikan serta karakter tersendiri. Golongan tua yang diibaratkan kereta api yang perlahan dan pelan yang penting aman, sedangkan golongan muda adalah kereta “ekspres” yang siap menempuh resiko demi apa yang didapatkan.

Pemuda masa kini

Benjamine Fine dalam bukunya 1.000.000 Deliquents, mengatakan "a generation who will one day become our national leader". Sehingga golongan muda merupakan pilar yang penting bagi bangsa ini. Pilar yang akan kokoh jika dibangun sejak dini dengan kuat pula, pembimbingan, pengaderan pemuda-pemuda Indonesia untuk dipersiapkan sebagai penerus bangsa ini sangatlah diperlukan.

Jangan sampai sejak dini pemuda di Indonesia sudah tidak menyukai bangsanya sendiri. Lebih bangga dengan negara lain melebihi kebanggaan terhadap negerinya. Cinta pada bangsa lain melebihi cinta kepada bangsa Indonesia, dan jangan sampai pemuda-pemuda Indonesia terjerumus pada penjajahan secara moral penjajahan lewat teknologi yang akhirnya menjadi lubang jebakan bagi kita semua.

Jika pemuda sudah memiliki karakter yang kuat dan bersahaja, nantinya ketika tampuk kekuasaan dipegang oleh para pemuda, maka kekuasaan akan dijalankan dengan penuh kebaikan dan manfaat bagi semuanya. Namun jika pemuda sudah tidak memiliki sikap yang kurang baik, nantinya ketika menjadi pemimpin akan menjadi pemimpin yang kurang baik pula.

Pemerintah harus lebih mengucurkan dana yang lebih untuk program pendidikan pemuda Indonesia ini. Sehingga nantinya pendidikan bisa menjadi modal para pemuda untuk nantinya bisa terjun dalam permasalahan di Indonesia. Pemerintah harus membuka matanya lebar-lebar untuk melihat potensi generasi muda yang begitu luar biasanya, sering memenangkan kejuaraan olimpiade sains di tingkat internasional, dapat membuat kendaraan yang ramah lingkungan dan irit bahan bakar seperti sapu angin yang menyabet juara urban concept pada Shell Eco-Marathon Asia 2010, merupakan bukti potensi generasi muda yang begitu luar biasa dan menjadi asset bangsa ini.

Jangan sampai karya yang mereka buat juga tidak berarti apa-apa. Diperlukan pula proses hak paten bagi karya mereka. Jangan sampai mereka karya-karya mereka dimiliki negara lain, dan yang paling buruk adalah kurangnya kepedulian terhadap bangsa dan negara, sangat sedikit kader-kader muda yang peduli dengan masalah bangsa ini, malah lebih tertarik pada kehidupan hedonis mereka.

Mahasiswa yang merupakan salah satu representasi pemuda Indonesia juga harus melakukan fungsi dan peran mahasiswanya, sebagai Agent of Change, Moral Force, Iron Stock, dan Sosial Control. Janganlah menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, namun jadilah mahasiswa yang luar biasa dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Mari pemuda Indonesia bangkit! Kita isi kemerdekaan yang telah berusia 65 tahun ini dengan kepedulian kita, dan karya kita, ingat di masa lalu pemuda adalah ujung tombak perjuangan Indonesia, dan akan berlanjut hingga kini. Marilah menjadi pemuda yang sesungguhnya. (Mukti Mulyawan-ITS)


SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU BAHASA



Indonesia Unite,

Hesty :)

2 comments:

anak nelayan mengatakan...

Alon-alon asal kelakon
pokoe anak muda harus berkarya

tambelan mengatakan...

Sumpah pemuda, buat siapa ? ... Semoga jadi Pemuda/i yang Mulia. Selamat dari TambelanBlog".

Posting Komentar